BERITASAKTI.INFO, Kota Tangerang. — Peringatan Maulid Akbar yang digelar PPBNI Satria Banten DPAC Karawaci bersama Pemuda RW 08 Kavling Agraria menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif.

Kegiatan yang mengusung tema “Estafet Risalah Nabi, Generasi Muda Garda Terdepan di Era Digital” tersebut berlangsung di Lapangan Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 08 Kavling Agraria, Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (19/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Camat Karawaci Achmad Zuldin Syafii, A.P., SSTP., M.Si., Sekretaris Kelurahan Nusa Jaya, Ketua DPC PPBNI Kota Tangerang, jajaran DPAC PPBNI Kecamatan Karawaci, pemuda-pemudi RW 08 Nusa Jaya, Majelis Ta’lim, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ketua Panitia sekaligus Ketua DPAC PPBNI Kecamatan Karawaci, Iskandar Muda, yang akrab disapa Bung Chabe, mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda membutuhkan fondasi moral dan keagamaan agar mampu menggunakan ruang digital secara bijak.
“Estafet Risalah Nabi bukan sekadar tema, tetapi menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan, persaudaraan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bung Chabe.
Ia menilai perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Karena itu, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan informasi positif, mempererat silaturahmi dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

“Generasi muda harus mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan konten-konten positif. Jangan sampai perkembangan digital justru menjauhkan kita dari nilai agama dan akhlak,” tegasnya.
Bung Chabe juga berharap pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Akbar tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Nilai keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.“Yang terpenting bukan hanya bagaimana acara ini berlangsung, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat diterapkan setelah acara selesai. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dan membawa manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Habib Bagir Bin Sholeh AlDjufri dan Ustadz Abuya Amung sebagai penceramah.
Kehadiran para pemuda RW 08 melalui VAMOS Pemuda RW 08 Kavling Agraria juga menjadi bagian dari kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan generasi muda dalam membangun kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan di lingkungan
Sementara itu, Camat Karawaci Achmad Zuldin Syafii, A.P., SSTP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Maulid Akbar tersebut.
Zuldin menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dalam menjaga sekaligus melanjutkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Di era digital saat ini, tantangan moral dan sosial bagi anak-anak muda semakin kompleks. Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW agar generasi muda tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam kebaikan,” ujar Zuldin.
Lebih lanjut, Zuldin mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun lingkungan yang mampu mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang positif.
Menurutnya, perangkat digital dan media sosial yang berada di tangan generasi muda dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan perdamaian, dan edukasi.
“Ruang digital harus kita isi dengan hal-hal yang memberikan manfaat. Generasi muda harus diberikan ruang untuk berkarya, berkreasi dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” tambahnya.
Peringatan Maulid Akbar tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh agama dan pemerintah wilayah dalam menciptakan kegiatan yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda.
Dengan mengangkat tema “Estafet Risalah Nabi, Generasi Muda Garda Terdepan di Era Digital”, kegiatan tersebut menempatkan generasi muda sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus menghadapi
perubahan zaman yang semakin digital.
Penulis : Monik










